Soal Dapur MBG Fiktif Terdeteksi di Kuburan, Ini Kata Korwil Cilacap

Jakarta, National Cylinder Head Indonesia

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (

SPPG

) Kabupaten

Cilacap

Yuda Prasetyo menepis temuan 100 titik SPPG fiktif yang diungkap Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya.

Yuda menegaskan tidak ada titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) fiktif di Cilacap. Menurutnya, titik-titik yang dipersoalkan sebenarnya sudah terdata dan masih dalam proses pembangunan sehingga belum beroperasi.

“Kalau yang dimaksud beliau 100 SPPG fiktif itu bukan SPPG fiktif, tetapi SPPG yang masih dalam proses persiapan pembangunan,” kata Yuda seperti dikutip

detikJateng

, Rabu (24/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai istilah “fiktif” tidak tepat digunakan karena seluruh titik yang tercatat memang ada. Hanya saja sebagian belum siap beroperasi lantaran masih dalam tahap pembangunan.

“Bukan fiktif. Itu SPPG yang mungkin dimaksud beliau masih dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Soal temuan titik SPPG diduga fiktif berada di hutan dan kuburan, Yuda memastikan tidak ada dapur MBG yang dibangun di kawasan permakaman.

“Kalau yang di hutan itu karena wilayah Cilacap bagian barat memang masih banyak daerah pelosok. Ada SPPG yang dibangun di daerah terpencil, tetapi tidak di hutan. Kalau yang di kuburan, itu tidak ada. SPPG di Cilacap tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.

Data yang dimiliki Korwil SPPG menunjukkan jumlah titik yang terdaftar di Kabupaten Cilacap mencapai sekitar 300 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar disebut sudah beroperasi.

“Dari sekitar 300 titik itu, 220-an sudah operasional. Kemudian ada 114 yang masih dalam tahap pembangunan,” jelasnya.

Yuda mengakui masih ada sejumlah proyek pembangunan SPPG yang belum selesai meski Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan target pengerjaan selama 45 hari sejak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan. Namun, ia menyebut keterlambatan tersebut bisa dipengaruhi berbagai faktor teknis dan administratif.

“Memang ditemukan beberapa SPPG yang melebihi 45 hari belum dilakukan pembangunan. Mungkin ada kendala administrasi atau hal lainnya, kami kurang mengetahui secara detail,” katanya.

Menurutnya, titik-titik yang belum beroperasi tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

“Di 24 kecamatan ada semua, tersebar di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Selengkapnya di

sini

.

(gil)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video National Cylinder Head]

Baca lagi: Jurus Kemenaker Redam Potensi Badai PHK Buruh

Baca lagi: El Nino Hingga 2027, BMKG Ungkap Dampaknya Buat Indonesia

Baca lagi: Lolos Syarat Free Float 25 Persen, RANS Siap Melantai di Bursa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: