
Jakarta, National Cylinder Head Indonesia
—
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta klarifikasi kepada Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein terkait polemik lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang belakangan menuai kontroversi. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan mengatakan Saepul memenuhi undangan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri dan hadir di Kantor Itjen pada Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Pak Bupati tadi sudah datang jam 9, sesuai undangan dan diterima oleh Inspektur Jenderal,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Benni, proses klarifikasi berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB atau hampir delapan jam. Pemeriksaan dipimpin tim yang dibentuk Itjen Kemendagri, terdiri dari Sekretaris Itjen, Inspektur Khusus, Inspektur Wilayah IV, dua Pengawas Utama, serta didukung tim administrasi.
Dalam proses selama kurang lebih 8 jam tersebut, tim pemeriksa mengajukan 60 pertanyaan yang berfokus pada dua substansi utama, yakni proses penciptaan lagu dan publikasinya.
“Seperti apa latar belakang penciptaan lagu itu, tujuannya apa, maksudnya apa, siapa yang disasar dengan lagu itu, dan lain-lain sebagainya. Demikian juga dengan publikasinya,” terangnya.
Di akhir proses klarifikasi, Benni menyebut Saepul mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan atas polemik yang ditimbulkan.
“Bupati Purwakarta menyatakan dirinya menyadari bahwa sudah melakukan kesalahan, menyesali atas hal yang sudah dia perbuat, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, yang diiringi dengan permintaan maaf kepada semua pihak,” jelas Benni.
Selanjutnya, kata Benni, Itjen Kemendagri akan menyusun laporan hasil klarifikasi yang memuat seluruh proses pemeriksaan untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Selain itu, Itjen Kemendagri juga akan menyampaikan rekomendasi sanksi sebagai bahan pertimbangan Mendagri dalam mengambil keputusan.
Sebagai informasi, lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menjadi perhatian publik karena liriknya dinilai mengandung muatan yang menyinggung perempuan. Kontroversi lagu tersebut pun mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR.
(ory/ory)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video National Cylinder Head]
Baca lagi: Purbaya Kasih Sinyal Prabowo Bakal Rombak Program Kopdes Merah Putih
Baca lagi: Review Film: Minions & Monsters
Baca lagi: China Rilis UU Persatuan Etnis, Semua Sekolah Wajib Bahasa Mandarin



5 Responses
Singkat, padat, dan penuh dengan manfaat nyata. Gak ada kalimat yang sia-sia di artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/7789-2/ saya sangat senang menemukan artikel seperti ini
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=853 tadi.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs http://compumat.unlp.edu.ar/archives/196_severo-ochoa-programme-phd juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://magic.ly/desking/Petualangan-Rasa:-Menjelajahi-Keajaiban-Kuliner-di-Era-Modern juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://www.sitelike.org/similar/abegnaijamusic.wordpress.com/ yang membahas isu terkait secara ekstensif.