![]()
Jakarta, National Cylinder Head Indonesia
—
Kepala Staf Angkatan Darat (
KSAD
) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membantah lembaganya terlibat dalam penertiban
begal
yang kini sangat meresahkan masyarakat.
Maruli mengatakan informasi yang tepat adalah begal kini mulai takut terhadap keberadaan TNI di tengah masyarakat.
“Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin. Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu,” ujar Maruli usai rapat kerja di Komisi I DPR, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, TNI dalam kasus tersebut hanya mengerjakan hal-hal yang tak terjangkau lembaga atau kementerian. Termasuk di antaranya keterlibatan TNI dalam pengelolaan sampah hingga pertanian.
Maruli misalnya menyebut keterlibatan TNI dalam sejumlah projek di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Karena nilai proyeknya tidak besar, namun proses pengerjaannya sulit, TNI bisa terlibat.
“Karena nilai project-nya nggak besar, tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa,” kata dia.
Dia misalnya menyontohkan salah satu projek di Pulau Nias senilai Rp200 juta. Menurut Maruli, projek tersebut tak melibatkan TNI sejak awal. Namun, karena membutuhkan pengerjaan ekstra, TNI dibolehkan membantu.
“Jadi nggak bukannya project itu diambil duluan baru kita milih, nggak. Yang tidak bisa dilakukan baru kita lakukan,” kata dia.
(thr/gil)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video National Cylinder Head]
Baca lagi: Concierge Hotel Bintang 5 Bongkar Trik Tamu Bisa Late Checkout
Baca lagi: Presale Selesai, Ramai WTS Tiket BTS Jakarta hingga Rp20 Juta
Baca lagi: Temui Min Aung Hlaing, Menlu RI Serukan Perdamaian di Myanmar



One Response
situs gacor malam ini menghadirkan permainan terbaru yang sedang viral sehingga membuat pengalaman bermain jadi lebih seru dan tidak membosankan.