Indonesia-Singapura Sepakati Perjanjian Perlindungan Lingkungan Hidup

Jakarta, National Cylinder Head Indonesia

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menandatangani kesepakatan strategis dengan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Republik Singapura guna menjawab tantangan lingkungan hidup, serta mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama bilateral komprehensif ini ditandatangani oleh Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Republik Singapura, Grace Fu, pada Senin (29/6).

Sebagai ujung tombak pengelolaan lingkungan nasional, KLH/BPLH memastikan kerja sama ini akan berlanjut dengan serangkaian aksi nyata yang akan segera dieksekusi oleh kedua negara. Lingkup kolaborasi ini mencakup isu-isu vital, mulai dari percepatan ekonomi sirkular, pengelolaan limbah modern, pemeliharaan kualitas air dan udara, hingga pengendalian polusi lintas batas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, KLH/BPLH juga akan fokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih siap mengawal era baru ekonomi rendah karbon.

Menteri Jumhur menyatakan, Indonesia berkomitmen kuat untuk terus membangun kolaborasi regional di tengah dinamika krisis bumi yang semakin kompleks, antara lain bersama Singapura.

“MoU ini merupakan payung kerja sama, dan nantinya akan ada banyak kegiatan yang dikerjakan bersama, misalnya terkait perubahan iklim, pengelolaan limbah, pencemaran udara, termasuk bagaimana menghadapi fenomena El NiƱo yang diperkirakan akan berlangsung lebih panjang,” ujar Jumhur.

Grace Fu turut menyampaikan optimisme, bahwa Indonesia dan Singapura memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup di kawasan, termasuk melalui dialog atau kebijakan tingkat menteri dan membentuk kelompok kerja khusus berisi pejabat senior. Satuan tugas ini akan terus memantau pelaksanaan program, mengevaluasi capaian, serta merumuskan peluang kolaborasi baru.

“Saya berharap penandatanganan MoU ini menjadi awal dari banyak dialog dan kerja sama, baik di tingkat pemerintah maupun sektor swasta, sehingga kedua negara dapat berfokus pada implementasi serta bidang-bidang kerja sama yang konkret,” tutur Grace Fu.

Dalam realisasinya nanti, Indonesia dan Singapura akan rutin menggelar pertukaran tenaga teknis, meluncurkan penelitian bersama, dan membangun proyek proyek percontohan ramah lingkungan dan keberlanjutan. Kemudahan transfer teknologi antara kedua negara juga akan dijamin untuk mempercepat inovasi pengelolaan lingkungan.

Peta Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Penguatan langkah strategis Indonesia bersama Singapura menjadi bagian dari komitmen nyata untuk menyukseskan Persetujuan Paris dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Bagi Indonesia, inisiatif yang digawangi oleh KLH/BPLH ini sangat krusial dan sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pembangunan ketahanan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan kini menjadi pilar tak terpisahkan dalam pembangunan ekonomi nasional.

Bersatunya dua kekuatan Asia Tenggara ini mendorong upaya untuk masa depan kawasan yang lebih tangguh, bersih, dan berkelanjutan secara ekologis.

(rea/rir)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video National Cylinder Head]

Baca lagi: Travis Kelce Awalnya Disebut Tidak Serius dengan Taylor Swift

Baca lagi: Travis Kelce Awalnya Disebut Tidak Serius dengan Taylor Swift

Baca lagi: Dokter Icha Sempat Curhat ke Kolega: Saya Panik, Dibentak-bentak

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: