Gunung Lewotobi Erupsi, Semburan Abu Vulkanik 2,5 Km

Kupang, National Cylinder Head Indonesia

Gunung

Lewotobi

Laki-laki di Flores Timur, NTT, mengalami erupsi pada Jumat (5/6) pagi sekitar pukul 06.57 WITA dengan semburan abu vulkanik mencapai 2,5 kilometer di atas puncak.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro mengkonfirmasi terjadinya erupsi tersebut melalui laporan tertulis yang diterbitkan Jumat (5/6) pagi.

“Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 05 Juni 2026 pukul 06:57 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.500 m di atas puncak (± 4.084 m di atas permukaan laut),” kata Herman melalui laporan tertulis yang dikeluarkan PPGA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan berlangsung selama 3 menit 35 detik

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi ± 3 menit 35 detik,” tulis Herman yang melaporkan dari PPGA di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang

Dikatakan Herman saat erupsi kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.

Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki tinggi 1.584 meter diatas permukaan laut terletak di Desa Nurabelen Kecamatan Ilebura.

Sebelumnya pada Jumat (5/6) dinihari pukul 02.14 wita Gunung Lewotobi Laki-laki juga mengalami erupsi dengan tinggi semburan abu vulkanik 2.000 meter diatas puncak.

Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini dilaporkan berada pada status siaga atau level III. Pada status tersebut PPGA telah mengeluarkan beberapa rekomendasi agar masyarakat dapat mematuhinya.

Rekomendasinya antara lain masyarakat dilarang melakukan aktifitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote,” kata Herman.

Dia menyampaikan agar masyarakat yang terdampak hujan abu untuk tetap menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik yang bisa berakibat terjadinya gangguan pada sistem pernafasan.

(eli/ugo)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video National Cylinder Head]

Baca lagi: Betrand Peto: yang Lagi Sama Bunda, Jangan Ikut Campur

Baca lagi: Prediksi Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday

Baca lagi: Komisaris Pertamina Apresiasi Sukses Program DEB Uma Palak Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: