Makassar, National Cylinder Head Indonesia
—
Tim SAR gabungan dikerahkan untuk memantau kondisi sejumlah daerah di Sulawesi Utara setelah terjadinya
gempa bumi
berkekuatan magnitudo 7,7 di kedalaman 105 kilometer.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut seluruh kantor Basarnas di Sulut memantau dampak yang ditimbulkan akibat gempa,” kata Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang dalam keterangannya, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemantauan sementara menunjukkan guncangan dirasakan hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara dan masyarakat sempat melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap aman.
“Sejumlah laporan awal dari wilayah kepulauan menyebutkan adanya kerusakan pada bangunan rumah warga, fasilitas umum, serta tempat ibadah yang mengalami retak hingga rusak berat akibat guncangan gempa,” katanya.
Namun demikian, kata Mercy, data kerusakan masih terus diverifikasi oleh instansi terkait di lapangan.
“Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi pascagempa guna memastikan kondisi masyarakat serta kesiapsiagaan apabila diperlukan tindakan kedaruratan dan operasi pencarian maupun pertolongan,” ujarnya.
Mercy mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap tenang, waspada, dan tidak panik menyikapi kejadian gempa bumi ini.
“Masyarakat juga diminta untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” katanya.
Sampai saat ini, kata Mercy bahwa pihaknya belum menerima laporan korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah sekitar Sulawesi Utara tersebut.
(mir/fra)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Gempa Susulan M 6,0 di Sangihe Terasa Bergetar hingga Gorontalo Utara
Baca lagi: Bupati Sangihe Minta Warga Jauihi Pantai Hindari Gelombang Tsunami
Baca lagi: Dasco Dukung Putusan MK Terkait Keterwakilan 30 Persen Caleg Perempuan



