3 Orang Terluka Akibat Kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran

Jakarta, National Cylinder Head Indonesia

Sebanyak tiga orang mengalami luka akibat

kebakaran

yang menimpa permukiman di kawasan Pasar Jiung

Kemayoran

, Jakarta Pusat.

“Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P Hutagalung dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Dari ketiga korban itu, dua di antaranya yakni Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya atas nama Suparno dirujuk ke RSCM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data sementara, sebanyak 250 bangunan semi permanen dan sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa terdampak.

Disampaikan Reynold, pihak kepolisian bersama unsur terkait telah mendirikan tenda pengungsian di kawasan Kebon Kosong bagi warga yang terdampak kebakaran.

“Kita juga memasang tenda pengungsian di lokasi Kebon Kosong untuk warga terdampak agar bisa mendapatkan tempat penampungan sementara,” ujarnya.

Reynold menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk membantu kebutuhan para pengungsi melalui dapur lapangan.

“Sejak tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya dan akan disediakan dapur lapangan sejak dini hari. Pagi ini dapur lapangan sudah disiapkan untuk membantu kebutuhan warga terdampak kebakaran,” tutur Reynold.

Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam.

Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 175 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan si jago merah.

Proses pemadaman dimulai pada pukul 21.05 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sekitar tujuh jam kemudian dan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB.

Di tengah proses pemadaman, warga tampak hilir mudik mengevakuasi barang berharga ke area Lapangan Jusuf Hamka.

Salah satu warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

“Saya baru pulang ngojek,apinya sudah besar. Saya panik karena istri saya sedang sakit di rumah,” ungkap Supriatin.

Supriatin menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di lokasi kejadian. Meski demikian, ia telah memastikan seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.

(dis/isn)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video National Cylinder Head]

Baca lagi: Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Mulai 1 Juni, Waktunya Terbatas

Baca lagi: Prabowo & Megawati Akrab di Hari Lahir Pancasila, Jokowi Absen Upacara

Baca lagi: Melihat Cara Finlandia Kubur Limbah Radioaktif Nuklir ke Bawah Tanah

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: